Penyakit Berbahaya Yang Timbul Karena Obesitas

Image source: pexels.com

 

Masalah kegemukan atau obesitas ternyata tidak bisa dianggap sepele. Setelah diungkap oleh artikel di laman Stanford Health Care kalau ada banyak sekali penyakit yang mengancam nyawa untuk para penderita obesitas.

Berikut daftar penyakit berbahaya yang timbul karena obesitas:

Sindrom metabolik

Ketika tubuh normal yang memiliki kesehatan normal perlahan mengalami obesitas. Maka saat itu juga perlahan semuanya mengalami perubahan seperti kolesterol meningkat, tekanan darah meningkat, perut obesitas, mulai mengalami intoleransi glukosa. Mulai mengalami pembekuan darah tertentu.

Diabetes

Penumpukan cadangan kalori yaitu lemak di dalam tubuh sampai menyebabkan obesitas membuat penderitanya beresiko besar mengidap diabetes tipe 2 dimana hal ini tidak terjadi cuma pada orang dewasa saja, tetapi anak-anak juga sangat mungkin mengidapnya.

Penyakit jantung

Memiliki berat badan berlebih juga membuat jantung kita kinerjanya menjadi melemah. Hal ini disebabkan oleh penyempitan arteri sehingga jantung menerima sedikit darah. Kalau sudah begini, orang yang obesitas bisa setiap saat terkena serangan jantung dan menderita stroke.

Tekanan darah tinggi

Bila tubuh memiliki timbunan lemak tambahan maka akan ada lebih banyak darah yang dialirkan oleh pembuluh darah. Hal ini tentu membebani kerja jantung dan darah yang mengalir akan memberi tekanan lebih banyak pada dinding arteri.

Tekanan yang tinggi akan memunculkan penyakit bernama tekanan darah yang membuat detak jantung jadi meningkat dan kemampuan tubuh berkurang untuk mengangkut darah di pembuluh.

Masalah pernafasan

Tidak cuma masalah jantung saja, kinerja paru-paru karena penumpukan lemak juga mengalami penurunan yang diakibatkan karena dinding dada semakin berat menekan paru

Padahal Tidak Makan Lemak, Tapi Kenapa Bisa Obesitas

Image source: pexels.com

Obesitas atau kelebihan berat badan jauh di atas normal ternyata tidak disebabkan karena makan makanan berlemak saja lho. Tidak semua obesitas disebabkan karena mengkonsumsi makanan berlemak. Mereka yang tidak mengkonsumsi makanan berlemak saja bisa mengalami kenaikan berat badan secara drastis.

Lalu apa penyebabnya?

Makan makanan kaya rasa

Manusia modern saat ini punya kecenderungan untuk lebih memilih memakan makanan yang kaya rasa dibanding cita rasa alami. Sayangnya, rasa yang dipilih cenderung adalah rasa buatan. Bila sudah ditambahkan garam dan gula, penambahan MSG yang bisa memicu kenaikan berat badan juga biasanya dilakukan dalam jumlah yang berlebihan. Semua dilakukan demi kepuasan lidah dalam mencicipi rasa.

Obesitas juga bisa disebabkan oleh garam

Selain menambahkan gula dan penyedap rasa, tidak jarang makanan akan ditambahi garam lagi padahal makanan sudah disajikan. Coba perhatikan di atas meja restoran, pasti tersedia lada, gula, garam, saus dan kecap untuk mereka yang suka makanannya punya rasa berlebih.

Porsi garam ini perlu anda ketahui jadi faktor terbesar terjadinya obesitas padahal anda tidak makan-makanan berlemak.

Contoh makanan yang tidak berlemak tapi tinggi garam. Rebusan yang proses perebusannya saja ditambahi garam dalam porsi besar.

Alasan kenapa garam bikin obesitas

Menurut ilmuwan dari Universitas Queen Mary, anda akan mengalami resiko terkena obesitas sebesar 25% bila mengkonsumsi 1 gram garam per hari. Selain itu, garam juga memiliki dampak meningkatkan tekanan darah tinggi dan menyebabkan penyakit jantung.

Praktisnya saja, bila anda memperhatikan seluruh program diet yang ada baik itu diet keto, diet mayo, dan berbagai diet lainnya pasti anda disarankan untuk mengurangi konsumsi gula, garam dan penyedap rasa lainnya.

Metabolisme rendah

Anda yang punya produktivitas fisik yang rendah namun tetap mengkonsumsi makanan 3000 kkal per hari atau lebih juga punya resiko tinggi terkena obesitas terutama untuk mereka yang mulai memasuki usia di atas 30 tahun di mana metabolisme tubuh mulai melambat.

Ketika anda mengkonsumsi banyak kalori, sementara tubuh tidak membakar kalori tersebut tapi malah menyimpannya maka tubuh perlahan tapi pasti akan mengalami obesitas bila tidak segera dicegah.

Seminimal mungkin, lakukanlah olahraga selama 30 menit sampai 1 jam per hari untuk menyeimbangkan pemasukan dan pembakaran kalori untuk menghindari tubuh obesitas.

Bila anda tidak memberikan perhatian terhadap pola makan dan pola hidup maka penyakit akibat obesitas akan mengancam anda setiap saat.

Cara Mengkonsumsi Buah Dan Sayur Yang Mengandung Anti Aging

Image source: pexels.com

 

Ada banyak sekali buah dan sayur yang mengandung anti aging yang bisa anda andalkan untuk merawat kulit agar tetap awet muda dan melawan radikal bebas yang membuat kulit bisa mengalami penuaan diri.

Perlu anda ketahui ternyata buah dan sayur yang mengandung anti aging sangat mudah anda jumpai di sekitar anda. Buah-buah yang tinggi antioksidan dan anti aging seperti apel, pir, anggur, jeruk, jeruk bali, pisang, mangga, nanas, pepaya, dan stroberi.

Sedangkan sayur-sayuran anda bisa mengkonsumsi seperti brokoli, asparagus, tomat, kubis merah, dan sayur juga buah yang memiliki warna daging ungu.

Pada dasarnya, buah dan sayur dengan warna dagingnya ungu menjadi tanda bahwa sayur atau buah tersebut kaya akan anti aging dan antioksidan yang mampu melawan radikal bebas dan menjaga kulit anda agar tetap awet muda.

Ada banyak sekali buah dan sayur berwarna ungu, seperti bit, bayam merah, kubis merah, wortel merah, okra merah, ibu merah, bunga kol merah, bahkan pomegranate juga mengandung antioksidan yang tinggi.

Konsumsilah buah dan sayur tersebut dengan tepat. Lebih disarankan agar memasaknya tidak overcooked atau terlalu matang karena akan menghilangkan manfaat dan fungsi dari sayur dan buah tersebut.

Namun, lebih disarankan lagi bila buah dan sayur tersebut dikonsumsi dengan tidak dimasak terlebih dahulu. Misalnya dijadikan salad, jus ataupun cemilan sehat.

Tetapi makanan yang dikonsumsi secara mentah memiliki beberapa ancaman penyakit dari kuman yang berasal dari pupuk yang menempel seperti salmonella, E. Coli, dan Listeria. Untuk itu sebaiknya anda menerapkan beberapa tips berikut ini agar mendapatkan manfaat antioksidan dan anti aging yang dari buah dan sayur tersebut.

  • Diawali dengan memilih buah dan sayur yang segar dan tidak memiliki cacat. Jangan memilih buah yang terlihat memiliki memar atau sayur yang mulai menghitam karena dua tanda ini menunjukkan buah dan sayur tidak lagi segar dan kemungkinan besar sudah menjadi tempat berkembangnya bakteri.
  • Bila membeli buah dalam jumlah banyak, pastikan disimpan di lemari es. Pisahkan antara buah dan sayur agar bakteri tidak saling menempel.
  • Sebelum menyiapkan buah dan sayur untuk dikonsumsi, pastikan anda cuci tangan terlebih dahulu.
  • Cuci buah menggunakan air mengalir misalnya di bawah keran.
  • Pastikan anda memotong buah dan sayur menggunakan talenan yang berbeda dengan talenan untuk memotong daging. Atau bila hanya memiliki satu talenan, maka cuci terlebih dahulu talenan sebelum memotong buah dan sayur.

Hal yang wajib anda ketahui adalah ketika mengkonsumsi bahan-bahan alami maka manfaat yang didapat tidaklah datang dalam waktu singkat. Manfaat ini bisa anda peroleh dengan cepat bila anda memaksimalkannya dengan pola hidup sehat seperti tidak merokok, istirahat yang cukup, olahraga secara teratur dan menghindari mengkonsumsi makanan olahan dan penyedap rasa.

× Whatsapp